Tatanan New Word Order

Menlu Rusia: Libatkan Iran Lumat Kekuatan Oposisi Islam Suriah

Menlu Rusia: Libatkan Iran Lumat Kekuatan Oposisi Islam Suriah Perjuangan menegakkan Tata Dunia Baru

SIAGA – TURKI Berbagai cara dilakukan untuk mengubah struktur masyarakat Islam Timur Tengah. Setelah berhasil menyapu Irak, Libya, giliran Islam Suriah hendak digantikan dengan system masyarakat liberal atau sekuler.

Berbagai rekayasa antara Rusia, Amerika Serikat, Israel dan dunia Internasional datang mencampuri dan merombak system suatu Negara demi memenuhi tatanan dunia baru atau New Word Order.

Kali ini Negara yang dijagokan oleh dunia internasional adalah Negara Iran, melalui Rusia.

“Iran harus terlibat dalam konferensi internasional yang disepakati oleh Moskow dan Washington untuk membantu mengakhiri konflik Suriah”, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov bersikeras dalam sebuah wawancara yang disiarkan Kamis.

Lavrov mengatakan kepada televisi Lebanon bahwa Rusia dan  mengumumkan rencana konferensi di Moskow pekan lalu, harus mencakup Iran, sekutu kunci Suriah, walau kesepakatan itu sementara belum disepakati.

“Kita tidak boleh mengecualikan negara seperti Iran dari proses tersebut karena kondisi geopolitik. Negara itu  adalah pihak luar Suriah yang sangat penting. Tapi belum ada kesepakatan mengenai hal ini, “kata Lavrov seperti dikutip dalam transkrip yang dipublikasikan di situs kementerian luar negeri Rusia.

Iran, yang merupakan sekutu utama regional Rusia dan pendukung utama Presiden Suriah Bashar al-Assad, “dapat memainkan peran yang sama sebagai pemain luar lainnya, karena secara langsung berinteraksi dan mendukung satu sisi Suriah dengan cara politik atau lainnya,” kata Lavrov.

“Ada hal-hal yang jelas: Iran sering ungkapkan solidaritas dengan pemerintah Suriah dan perwakilan Iran secara teratur mengunjungi Damaskus,” katanya.

Rusia adalah sekutu tradisional Suriah dan memiliki hak veto karena Negara itu adalah anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Rusia sejauh ini  telah memblokir beberapa resolusi PBB terkait tekanan terhadap Assad untuk mundur.

Terkait rusuh politik di Suriah, Erdogan dan Obama sepakat menggusur Presiden Assad meninggalkan kursi presiden.

Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan telah berjanji untuk meningkatkan tekanan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad agar mundur dari jabatannya.

Obama mengatakan dalam sebuah konferensi pers dengan Erdogan di Gedung Putih pada hari Kamis bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis Suriah adalah  Assad segera menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah transisi yang Pro Barat. Ia mengatakan Turki akan memainkan peran penting dalam proses tersebut.

“Kita akan terus meningkatkan tekanan terhadap rezim Assad dan kami bekerja sama dengan oposisi Suriah,” kata Obama.

“Kami berdua sepakat bahwa Assad harus pergi.” tambahnya.

Obama telah memperingatkan bahwa penggunaan senjata kimia oleh rezim Suriah akan menjadi “garis merah” yang akan memerlukan tindakan oleh masyarakat internasional.

Erdogan mengatakan bahwa ada bukti penggunaan senjata kimia di Suriah tetapi mereka memerlukan  ”informasi yang lebih spesifik” untuk mengkonfirmasi hal ini sebelum memutuskan bagaimana untuk merespon.

Obama mengatakan ia terus-menerus meninjau Suriah, karenanya AS telah mendaftarkan empat menteri Suriah dan kelompok Jabhat al-Nusra, Pemimpin Al-Qaidah, kelompok pemberontak Muhammad al-Jawlani, ke daftar hitam terorisme. AS juga menempatkan Syrian Arab Airlines dan Televisi swasta Al-Dunya ditambahkan ke daftar sanksi , karena membantu rezim Assad.

“Saya mempertimbangkan pilihan untuk mengambil langkah-langkah tambahan, baik diplomatik dan militer,” kata Obama.

Sementara masih dari Turki, Surat kabar “Turki” menyebutkan bahwa Presiden Bashar Assad berencana untuk melarikan diri dari Suriah menuju Cina, Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Assad telah mentransfer aset dan sejumlah emas batangan melalui sepupunya yang seorang pengusaha, Rami Makhlouf.

Surat kabar itu juga menyebutkan bahwa situasi di Suriah memburuk dengan meningkatnya kekerasan di negara tersebut, terutama bersamaan dengan campur tangan Internasional yaitu AS, Israel, Rusia dan Iran yang semakin meningkat.

Perlu di ketahui bahwa saat ini Assad khawatir bahwa dirinya mengalami “tragedy kekuasaan” seperti yang dialami oleh Saddam Husein, dan Pemimpin Libya Muammar qaddafi. Sebab selama ini jika AS, Israel, Rusia serta Iran turun tangan akan memberangus dunia islam dan mengganti dengan pemerintahan liberal atau sekuler. Karena saat ini ia sedang mencari tempat aternatif yang aman untuk dirinya besarta keluarganya.

Selain itu Assad yang disebut telah “menyelundupkan” istri dan anak-anaknya ke Iran saat ini juga sedang berusaha mendapatkan suaka di Rusia dan venezuela, namun permintaan tersebut belum mendapatkan jawaban.Zoe

Jika anda menikmati berita ini, Dapatkan update email

Editor: soe minto

Get short URL
http://siaga.co/r/2137
Berita Terkait

Leave a Reply