Korban Tewas Dengan 9 Luka Tusukan

Gadis Cantik Ini Dibunuh Pacarnya Saat Hamil 7 Bulan, Mayatnya Ditindih Batu

Gadis Cantik Ini Dibunuh Pacarnya Saat Hamil 7 Bulan, Mayatnya Ditindih Batu Foto korban Rista Fransiska semasa hidup.

SIAGA – PONOROGO Mayat perempuan tergeletak dengan kondisi bersimbah darah di dalam parit, Jumat (12/7) pukul 23.00 WIB. Mayat itu juga ditindih batu besar. Korban diperkirakan berusia 17 tahun. Dia juga sedang hamil.

Hal olah tempat kejadian perkara (TKP), nama korban Rista Fransiska (17) anak semata wayang dari pasangan suami istri Saptoni (38) dan Siti Fatimah (33) warga Jl Gajah Mada RT 1 RW 1, Dusun Sejeruk, Desa/Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Gadis kelahiran 29 Januari 1996 tersebut ternyata masih duduk dibangku kelas 11 hendak naik ke kelas 12 jurusan Multimedia di SMKN I Ponorogo.

Identitas Rista Fransiska baru diketahui sekitar pukul 06.00 pada hari Sabtu pagi. Setelah foto temuan mayat di pinggiran JL Ponorogo-Wonogiri itu menyebar via HP ke HP.

Rista ditemukan dalam posisi telungkup di selokan pinggir warung bambu di Desa Maron, Kecamatan Kauman. Korban pertama kali ditemukan oleh beberapa ABG yang sedang naik sepeda motor.

Saat itu mereka hendak buang air kecil di pinggir jalan. Dan betapa kagetnya mereka ketika melihat ada sosok mayat tergeletak di selokan. Kelima anak ABG tersebut adalah Afif (15) dan Andik Prabowo (15) keduanya warga Gelanglor, Kecamatan sampung. Kemudian Andika (16) dan Mohammmad Tohirin (16) keduanya warga Dusun Bandar, Desa karangjoho, Kecamatan Badegan dan yang terakhir adalah Riski Purnama (14) warga Dusun Keden, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan.

Dari penemuan ini, mereka langsung menghubungi pihak kepolisian setempat. Kapolsek Sumoroto Kompol Suharyanto ketika dikonfirmasi menjelaskan setelah mendapat laporan pihaknya langsung mendatangi TKP dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ponorogo.

“Memang awalnya anak-anak itu melihat pukul 21.00 akan tetapi karena takut mereka hanya telpon dan sms ke temannya kalau melihat mayat, dan baru ada laporan dari warga Srandil sekitar pukul 23.00 WIb,” terang Suharyanto.

Sementara Kapolres Ponorogo AKBP.Iwan Kurniawan ketika dikonfirmasi disela-sela olah TKP, pihaknya menjelaskan kalau dugaan sementara mayat tersebut adalah korban pembunuhan.

“Sementara dugaan kami adalah korban pembunuhan atau kekerasan yang dikuatkan dengan adanya luka memar di wajah korban, dan beberapa luka tusukan dileher, dada kanan kiri, perut dan untuk lebih jelasnya nanti kita bawa ke RSUD Ponorogo,” terang Kapolres.

Setelah dilakukan pemeriksaan di kamar jenazah RSUD Dr. Hardjono Ponorogo korban hamil 7 bulan dan terdapat sembilan luka tusukan.

“Ada luka luka di leher dan dua luka sayatan di wajah, kemudian luka tusukan di dada tengah, satu luka di bagian perut dan luka di bagian dada kanan kiri, serta di sela-sela jari tangan,” kata Yoto petugas kamar mayat.

Kasatreskrim Ponorogo Misrun ketika mendampingi Kapolres menjelaskan kalau pelaku pembunuhan adalah orang dekat atau pacar korban karena malu kondisi korban yang hamil.

“Dugaan kami pelakunya pacar korban. Tapi kita masih melakukan lidik terlebih dahulu. Kalau dilihat ada luka di bagian sela-sela jari itu bukti bahwa korban juga melakukan perlawanan saat dianiaya,” pungkas Misrun.mal

Jika anda menikmati berita ini, Dapatkan update email

Editor: novi aji

Get short URL
http://siaga.co/r/6186

Leave a Reply