KPU Jatim Mbelgedhes!

KPU Jatim Mbelgedhes! Logo KPU.

SIAGA – PILGUB KPU Jawa Timur mbelgedhes alias tidak serius dalam melakukan kinerjanya. Pasalnya, KPU Jatim telah mencetak formulir C1 sebelum dikeluarkannya putusan sengketa dari salah satu pasangan calon peserta.

“KPU Jatim sengaja main-main dengan pengadaan logistik. Seharusnya mereka bisa menunda pencetakan formulir C1 tersebut ketika mereka tahu ada peluang sengketa dari salah satu pasangan bakal calon peserta,” kata Titi Anggraini, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), beberapa waktu lalu.

Diakui Titi, kekacauan itu terjadi akibat kinerja KPU Jatim yang ceroboh dan tidak cermat, dengan menyediakan kolom kosong kepada pasangan calon Khofifah-Herman, yang saat itu sedang mengupayakan pengembalian hak konstitusi di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Karena itu lanjutnya, seluruh KPU Jatim harus menebus kekacauan tersebut dengan melakukan sosialisasi kepada panitia pemungutan suara (PPS) di setiap tempat pemungutan suara (TPS) bahwa ada penambahan pasangan peserta Pilkada.

“Solusinya adalah, KPU Jatim harus menebus kekacauan itu dengan melakukan sosialisasi dalam waktu yang singkat ini, dengan melibatkan semua peserta Pilkada itu,” jelasnya.

KPU Jawa Timur telah mencetak formulir C1 yang terdapat empat kolom dengan hanya tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim. Pencetakan tersebut dilakukan KPU Jatim sebelum ada Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang meloloskan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Herman S. Sumawiredja.

Formulir model C1 itu sendiri digunakan oleh petugas di setiap tempat pemungutan suara (TPS) sebagai media pencatatan jumlah pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT), jumlah pemilih tetap yang menggunakan hak pilihnya, pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya, serta jumlah pemilih dari TPS lain.

Selain itu, formulir tersebut juga digunakan sebagai catatan penerimaan dan penggunaan surat suara serta pengelompokan surat suara sah dan tidak sah setelah pemungutan suara.

Dalam lembar formulir C1 tersebut hanya tertulis tiga nama pasangan calon. Yakni, pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf, Eggi Sudjana-M. Sihat, dan Bambang DH-Said Abdullah, sedangkan pada kolom ke empat kosong. At/bnj

Jika anda menikmati berita ini, Dapatkan update email

Editor: novi aji

Get short URL
http://siaga.co/r/7619

Leave a Reply