Laju saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan tren pelemahan signifikan pada perdagangan sesi I hari Jumat, 13 Februari 2026. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual masif yang dilakukan oleh investor asing terhadap saham perbankan berkapitalisasi pasar besar tersebut.
Hingga jeda siang pukul 11:29 WIB, harga saham BBCA terkoreksi sebesar 0,68% atau mengalami penurunan sebesar Rp50,00 ke level Rp7.275,00 per lembar saham. Pergerakan harga ini terpantau berada dalam rentang harian antara Rp7.250,00 hingga titik tertinggi di level Rp7.325,00.
Berdasarkan data IDX, aktivitas perdagangan emiten bersandi BBCA ini tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 114,6 juta saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 30,5 ribu kali dengan total nilai transaksi yang dibukukan menyentuh angka Rp835,2 miliar.
Aksi pelepasan aset oleh pemodal internasional menjadi pemicu utama koreksi harga ini. Data Stockbit mengungkap bahwa saham BBCA menduduki posisi ketiga sebagai saham yang paling banyak dijual asing pada jeda siang ini, dengan mencatatkan volume net sell asing mencapai 38.608.631 saham.
Kondisi pasar pada hari ini merupakan kelanjutan dari tekanan jual yang telah terjadi sejak perdagangan kemarin, Kamis (12/2). Pada periode tersebut, investor asing dilaporkan telah melakukan manuver jual bersih pada saham BBCA dengan nilai yang fantastis mencapai Rp890 miliar.
Meskipun mengalami tekanan harga, BBCA masih mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp887,86 triliun. Secara fundamental, saham ini diperdagangkan dengan rasio P/E sebesar 15,58 kali dan tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) di angka 4,19%.
Para pelaku pasar kini menantikan apakah aksi jual bersih ini akan terus berlanjut hingga penutupan sesi II atau justru muncul aksi beli untuk memanfaatkan harga yang sedang terkoreksi. Penurunan tipis ini tetap menjadi sorotan mengingat status BBCA sebagai penggerak utama indeks harga saham gabungan.
