Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kencang pada perdagangan Rabu, 11 Februari 2026. Hingga pukul 11.59 WIB, indeks melesat 1,61% atau bertambah 130,71 poin ke posisi 8.262,45, bergerak di rentang harian 8.118,16 hingga 8.276,02.
Anehnya, penguatan indeks ini tidak diikuti oleh saham-saham perbankan big cap. Empat bank utama, yaitu BMRI, BBNI, BBCA, dan BBRI, terpantau bergerak kontradiktif dengan mayoritas mengalami koreksi harga.
Pelemahan Tajam Saham BMRI dan BBNI
Saham Bank Mandiri (BMRI) mencatat penurunan terdalam sebesar 1,96% atau terpangkas 100,00 poin ke level 5.000,00. Emiten berkode BMRI ini memiliki kapitalisasi pasar senilai 464,31T dengan imbal hasil dividen 4,33% dan rasio P/E di angka 9,06.
Kondisi serupa dialami Bank Negara Indonesia (BBNI) yang melemah 0,89% (turun 40,00 poin) ke level 4.470,00. Saat ini, BBNI memiliki market cap 165,05T dengan rentang harga harian berada di antara 4.460,00 hingga 4.510,00.
BBCA Terkoreksi Tipis, BBRI Bergerak Stagnan
Bank Central Asia (BBCA) juga terseret ke zona merah dengan penurunan 0,33% ke angka 7.450,00. Bank dengan kapitalisasi pasar terbesar senilai 909,21T ini sempat menyentuh level tertinggi di 7.525,00 sebelum akhirnya melandai menjelang istirahat siang.
Sementara itu, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi satu-satunya yang bertahan stagnan di angka 0,00% pada level 3.780,00. Meski tidak bergerak, BBRI menawarkan dividend yield tertinggi di angka 9,14% dengan kapitalisasi pasar mencapai 567,16T.
