Pemandangan kontras menghiasi bursa saham domestik pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menanjak 0,98 persen ke level 8.012,82, saham empat bank besar (Big Four) justru kompak terjerembab di zona merah pada penutupan sesi pertama.
Koreksi Tajam Saham BBCA dan BMRI
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penurunan paling dalam di antara rekan sejawatnya. Hingga pukul 11.59 WIB, harga saham BBCA terpangkas 1,95 persen atau turun 150,00 poin ke posisi 7.525,00.
Meskipun sempat menyentuh level tertinggi di 7.725,00, tekanan jual membawa saham ini ke titik terendah harian di 7.450,00 setelah dibuka pada harga 7.675,00.
Nasib serupa menimpa PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Emiten bersandi BMRI ini melemah 0,99 persen atau turun 50,00 poin menuju level 5.000,00.
Saham ini memulai hari di posisi 5.050,00 dan sempat berfluktuasi hingga menyentuh titik terendah di 4.950,00 sepanjang perdagangan sesi pertama.
Pelemahan Saham BBRI dan BBNI
Dua bank pelat merah lainnya, BBRI dan BBNI, juga tidak mampu keluar dari tekanan pasar. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 0,79 persen atau kehilangan 30,00 poin sehingga parkir di level 3.750,00 pada tengah hari ini. BBRI tercatat bergerak pada rentang harga harian antara 3.710,00 hingga 3.800,00.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengalami penurunan 0,88 persen atau terpangkas 40,00 poin. Koreksi tersebut menempatkan BBNI pada posisi 4.490,00.
Data transaksi menunjukkan harga pembukaan BBNI berada di 4.570,00, yang sekaligus menjadi level tertingginya sebelum merosot ke level terendah harian di 4.450,00.
Fenomena memerahnya saham perbankan di tengah penguatan indeks komposit mengindikasikan adanya rotasi sektor atau aksi profit taking oleh para investor di awal pekan ini.
