Menjelang kedatangan bulan suci Ramadan 1447 H, masyarakat Muslim di Indonesia mulai mengatur langkah untuk menyambut bulan penuh berkah tersebut. Mengingat pentingnya momen ini, kepastian mengenai jadwal puasa Ramadan 2026 menjadi hal yang paling dicari untuk menyusun agenda ibadah, manajemen waktu kerja, hingga rencana mudik Idulfitri.
Berdasarkan kalender astronomi, awal Ramadan diprediksi akan jatuh pada pertengahan Februari 2026. Fenomena ini menarik perhatian karena adanya pergeseran penanggalan Hijriah yang terus maju setiap tahunnya, bahkan kembali bertepatan dengan awal bulan Masehi, sebuah siklus langka yang patut kita cermati bersama.
Sebelum melangkah lebih jauh ke rincian tanggal, ada baiknya kita memahami mengapa sering terjadi perbedaan dalam penetapan hari besar Islam di tanah air. Perbedaan ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari metode ijtihad yang berbeda antara otoritas pemerintah dan organisasi keagamaan. Mari kita bedah lebih dalam mengenai prediksi penetapan awal Ramadan 1447 H agar Anda bisa mempersiapkan diri dengan lebih matang.
Memahami Pergeseran Kalender Hijriah ke Masehi
Kalender Hijriah menggunakan perputaran bulan (komariah) sebagai acuan, sementara kalender Masehi menggunakan perputaran bumi mengelilingi matahari (syamsiah). Perbedaan durasi tahunan antara keduanya, yang berkisar 10 hingga 12 hari, menyebabkan bulan Ramadan selalu “maju” setiap tahunnya.
Pada tahun 2026, kita akan menyaksikan kembali fenomena di mana awal Ramadan jatuh di bulan Februari. Hal ini menunjukkan dinamika astronomi yang unik, di mana sistem Hijriah yang berbasis pengamatan hilal pasca-ijtimak bertemu dengan sistem Masehi yang berbasis durasi 24 jam tetap. Kondisi ini memberikan warna tersendiri bagi umat Islam dalam beradaptasi dengan cuaca dan ritme kegiatan harian yang mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Prediksi Awal Puasa Menurut Pemerintah dan Nahdlatul Ulama
Kementerian Agama (Kemenag) RI berperan sebagai pemegang otoritas resmi dalam menetapkan kalender nasional. Berdasarkan proyeksi yang ada, terdapat estimasi kuat mengenai kapan kita akan mulai menahan lapar dan dahaga.
Proyeksi Kalender Hijriah Kemenag RI
Merujuk pada kalender Hijriah yang dirilis oleh Kemenag, 1 Ramadan 1447 H diprediksi jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Pemerintah menggunakan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang menggabungkan metode hisab astronomi dengan verifikasi lapangan.
Peran Penting Sidang Isbat
Meskipun kalender sudah memberikan gambaran, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi melalui Sidang Isbat.
- Waktu Pelaksanaan: Biasanya digelar pada 29 Syaban 1447 H.
- Metode: Mengumpulkan laporan rukyatul hilal dari ratusan titik di Indonesia.
- Hasil: Jika hilal terlihat (memenuhi kriteria tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), maka puasa dimulai esok harinya.
Sikap Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama secara konsisten menggunakan metode rukyatul hilal bil fi’li (pengamatan langsung). Oleh karena itu, warga NU umumnya akan memulai puasa selaras dengan keputusan Sidang Isbat Kemenag. Apabila hilal tidak berhasil terlihat karena faktor cuaca atau posisi bulan yang masih terlalu rendah, maka bulan Syaban akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal), yang berarti awal puasa mungkin bergeser satu hari lebih lambat dari prediksi kalender.
Ketetapan Resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Berbeda dengan pendekatan pemerintah yang menunggu verifikasi lapangan, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah biasanya memberikan kepastian lebih awal melalui metode perhitungan murni.
Penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)
Muhammadiyah telah menetapkan bahwa awal puasa 2026 jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Landasan utamanya adalah KHGT yang tidak lagi hanya melihat visibilitas lokal di Indonesia, melainkan menggunakan prinsip kesatuan matlak global.
Data Teknis Astronomi Muhammadiyah
Secara teknis, terdapat beberapa poin kunci yang mendasari keputusan Muhammadiyah:
- Waktu Ijtimak: Terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC.
- Kriteria PKG (Parameter Kalender Global): Pada saat matahari terbenam, kriteria PKG 1 memang belum terpenuhi secara global.
- Kemunculan Hilal di Amerika: Namun, setelah melewati tengah malam (pukul 24:00 UTC), kriteria PKG 2 terpenuhi di wilayah Amerika dengan posisi bulan mencapai 5 derajat 23′ 35” dan elongasi 8 derajat 00′ 11”$.
Berdasarkan data tersebut, Muhammadiyah menyimpulkan bahwa bulan baru sudah masuk secara global, sehingga 1 Ramadan dimulai pada hari Rabu tersebut.
Perbandingan Jadwal Ramadan 2026
Agar lebih mudah memahami perbedaan dan persamaan prediksi ini, silakan simak tabel berikut:
| Otoritas | Prediksi Awal Puasa | Metode yang Digunakan |
| Pemerintah (Kemenag) | Kamis, 19 Februari 2026 | Hisab Imkanur Rukyat (MABIMS) |
| Nahdlatul Ulama (NU) | Menunggu Sidang Isbat | Rukyatul Hilal (Observasi Lapangan) |
| Muhammadiyah | Rabu, 18 Februari 2026 | Hisab Hakiki (KHGT Global) |
Panduan Persiapan Menjelang Ramadan 1447 H
Setelah mengetahui prediksi jadwal di atas, langkah selanjutnya adalah melakukan persiapan. Mengingat puasa tahun ini jatuh di bulan Februari, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
1. Persiapan Fisik dan Kesehatan
Lakukan penyesuaian pola makan setidaknya dua minggu sebelum Ramadan. Karena bulan Februari seringkali masih dalam musim penghujan di Indonesia, pastikan asupan vitamin dan hidrasi tetap terjaga agar kondisi tubuh tidak drop saat memulai puasa.
2. Manajemen Waktu dan Agenda
Gunakan prediksi tanggal di atas untuk mulai mengatur jadwal pekerjaan atau kegiatan sosial. Jika Anda berencana mengambil cuti di sekitar hari raya Idulfitri 2026, bulan Februari adalah waktu yang tepat untuk mulai memesan tiket atau mengatur delegasi pekerjaan.
3. Persiapan Spiritual dan Ilmu
Manfaatkan bulan Syaban untuk memperbanyak puasa sunnah sebagai latihan. Selain itu, menyegarkan kembali ingatan mengenai fiqih puasa akan membantu Anda menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Menutup Persiapan dengan Optimisme
Perbedaan tanggal dalam memulai ibadah puasa adalah hal yang lumrah dan merupakan rahmat dalam keberagaman ijtihad. Yang paling utama adalah bagaimana kita memaknai kedatangan bulan suci ini dengan hati yang bersih dan persiapan yang matang. Baik Anda mengikuti ketetapan pemerintah maupun organisasi tertentu, esensi Ramadan sebagai bulan transformasi diri tetaplah sama.
Semoga jadwal dan panduan ini bermanfaat bagi Anda dalam menyusun rencana ibadah di tahun 2026 mendatang. Mari kita sambut Ramadan 1447 H dengan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
